, ,

Tembok Alami Pesisir Selatan Jawa Kian Terkikis Tambang Pasir

oleh -840 Dilihat

Subussalam – Tembok Alami Pesisir yang membentang sepanjang pantai selatan Pulau Jawa kini kian terancam. Kondisi tersebut terjadi akibat maraknya aktivitas tambang pasir ilegal yang dilakukan di sepanjang garis pantai, yang tidak hanya merusak ekosistem pesisir tetapi juga meningkatkan risiko bencana alam seperti abrasi dan longsor.

Proses penambangan pasir yang tidak terkendali ini telah mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pesisir dan merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata.

Berdasarkan laporan dari berbagai pihak, aktivitas tambang pasir di pesisir selatan Jawa sudah berlangsung selama bertahun-tahun, namun baru-baru ini dampaknya semakin terasa dengan terjadinya pengikisan tembok alami pesisir yang berfungsi sebagai pelindung terhadap gelombang laut dan cuaca ekstrem.

Tembok Alami Pesisir yang Terancam

Tembok alami yang dimaksud adalah formasi batuan karang dan tanah yang membentuk garis pantai pesisir selatan. Selama ribuan tahun, tembok alami ini berfungsi sebagai penahan gelombang laut dan badai yang kerap melanda wilayah pesisir.

Tembok Alami Pesisir
Tembok Alami Pesisir

Baca Juga : 3 Desa Subulussalam Aceh Dilanda Banjir, Rumah Warga Terendam

Tembok alam tersebut juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya abrasi yang dapat merusak lahan pertanian dan permukiman warga yang berada dekat dengan pantai.

Namun, dengan adanya aktivitas tambang pasir yang terus berkembang, terutama di daerah-daerah seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Cilacap, hingga Pacitan, dampak kerusakan semakin meluas.

Proses pengambilan pasir dari dasar laut dan pantai menyebabkan struktur tembok alami menjadi rapuh dan mudah terkikis. Hal ini memperburuk kondisi pesisir yang sebelumnya sudah rentan terhadap perubahan cuaca ekstrim dan gelombang tinggi.

Menurut para ahli geologi, pengambilan pasir secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir dan memperburuk kerusakan lingkungan yang sudah terjadi. Salah satu dampak terparah adalah hilangnya keberadaan terumbu karang yang seharusnya berfungsi sebagai penahan gelombang laut. “

Penambangan pasir menghilangkan lapisan pelindung alami yang ada di pantai, yang dapat mengakibatkan erosi yang lebih cepat. Tidak hanya itu, proses ini juga menghancurkan habitat laut yang penting bagi kehidupan biota laut,” ujar Dr. Arif Rahman, ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Maraknya Tambang Pasir Ilegal

Dalam beberapa tahun terakhir, tambang pasir di pesisir selatan Jawa semakin meningkat, dengan banyaknya tambang yang tidak memiliki izin resmi.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, sepanjang tahun 2025, lebih dari 15 lokasi di pesisir selatan Jawa yang menjadi lokasi tambang pasir ilegal. Tambang pasir ini tidak hanya merusak pesisir, tetapi juga membahayakan kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir yang mengandalkan sumber daya alam laut untuk mencari nafkah.

“Tambang pasir ilegal ini tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam keselamatan warga pesisir.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Selain kerusakan ekosistem, dampak sosial dari penambangan pasir ilegal ini juga cukup besar. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tambang pasir kini semakin terancam oleh kerusakan lingkungan.

Banyak rumah warga yang berada di dekat pantai mulai terancam akibat pengikisan pesisir, sementara lahan pertanian yang dulu subur kini menjadi semakin sempit karena abrasi.

Tak hanya itu, penambangan pasir ilegal juga mengancam mata pencaharian nelayan yang tergantung pada sumber daya laut.

Hal ini berdampak langsung pada hasil tangkapan ikan yang semakin menurun.

Kami jadi sulit mencari ikan, dan pendapatan pun menurun drastis,” ujar Sutrisno, seorang nelayan asal Kecamatan Ciamis, Kabupaten Cilacap, yang turut merasakan dampak langsung dari penambangan pasir.

Upaya Penanggulangan dan Tanggapan Pemerintah

Pemerintah daerah dan provinsi sebenarnya telah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan untuk menghentikan praktik penambangan pasir ilegal. Beberapa daerah telah mengintensifkan patroli di wilayah pesisir untuk menindak tegas oknum yang terlibat dalam aktivitas ilegal ini. Selain itu, pemerintah juga mulai melakukan rehabilitasi pesisir dengan menanam tanaman mangrove yang dapat berfungsi sebagai penahan abrasi dan pelindung alami.

Namun, upaya tersebut tidak cukup efektif tanpa dukungan masyarakat dan kerja sama antara pemerintah, LSM, serta masyarakat pesisir. Beberapa organisasi lingkungan hidup juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan dampak negatif dari penambangan pasir ilegal.

“Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa penambangan pasir yang tidak terkendali akan merugikan mereka dalam jangka panjang. Kami mengimbau agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah,” ungkap Nurul Hidayah, Direktur Eksekutif Greenpeace Indonesia.

Solusi dan Upaya Keberlanjutan

 Salah satunya adalah dengan memperkenalkan sistem penambangan yang lebih terkontrol dan berbasis pada peraturan yang jelas.

“Pemulihan ekosistem pesisir bukanlah pekerjaan mudah, namun dengan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, kita bisa menjaga kelestarian pesisir serta melindungi kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya,” tambah Dr. Arif Rahman.

Penutup: Perlunya Kesadaran Bersama

Kerusakan tembok alami pesisir selatan Jawa yang semakin parah akibat penambangan pasir ilegal adalah masalah lingkungan yang serius. Dampaknya tidak hanya terasa bagi alam, tetapi juga bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada laut.

Oleh karena itu, upaya untuk menanggulangi penambangan pasir ilegal, memperbaiki kerusakan yang ada, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian pesisir menjadi hal yang sangat penting.

Saatnya bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus bersatu padu untuk memastikan bahwa pesisir selatan Jawa tetap terjaga dari kerusakan lebih lanjut, sehingga generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan alam dan kehidupan yang aman di pesisir.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.