, ,

Sedia Payung Kota Subulussalam Diprediksi Diguyur Hujan Hari Ini

oleh -882 Dilihat

Subussalam – Sedia Payung Kota Subulussalam Provinsi Aceh, tampaknya perlu menyiapkan payung dan jas hujan sebelum beraktivitas hari ini. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Subulussalam diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sepanjang hari, terutama pada siang hingga malam nanti.

Hujan diperkirakan terjadi akibat pengaruh aktivitas awan konvektif yang cukup kuat di wilayah pantai barat dan tengah Sumatera, serta adanya belokan angin (shearline) yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Subulussalam.

Kepala Stasiun Meteorologi Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di sekitar Aceh bagian selatan saat ini sedang labil, sehingga potensi hujan cukup tinggi hampir di seluruh kabupaten/kota, termasuk Subulussalam.

“Kami memperkirakan Subulussalam akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa titik pada siang hingga malam hari. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan genangan dan pohon tumbang,” ujar Agus, Kamis (6/11).


Cuaca Pagi Cerah Berawan, Siang Mulai Mendung

Sedia Payung Kota Subulussalam
Sedia Payung Kota Subulussalam

Baca Juga : Kades Heran Farid Tiba-tiba Tikam Sekeluarga Sepulang Kerja

Berdasarkan pantauan BMKG cuaca di Subulussalam pada pagi hari cenderung cerah berawan hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 24–26 derajat Celcius dan kelembapan mencapai 85 persen. Namun, memasuki pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, awan cumulonimbus mulai terbentuk di beberapa wilayah, menandai potensi hujan deras di sore hari.

“Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pelajar dan pekerja yang menggunakan kendaraan roda dua, sebaiknya membawa perlengkapan hujan sejak pagi,” imbau Agus.

Sementara pada malam hari, hujan diperkirakan masih berlanjut dengan intensitas ringan hingga sedang, dan baru mulai mereda menjelang dini hari.


Suhu dan Kelembapan Udara Masih Tinggi

Selain potensi hujan, BMKG juga mencatat suhu udara maksimum di Subulussalam bisa mencapai 31 derajat Celcius, dengan tingkat kelembapan yang relatif tinggi, yaitu antara 75–95 persen. Kondisi ini membuat cuaca terasa cukup gerah dan lembap sebelum hujan turun.

Fenomena tersebut dipengaruhi oleh penguapan tinggi dari wilayah hutan dan perbukitan, serta suhu permukaan laut di perairan barat Sumatera yang cenderung hangat.

“Permukaan laut yang hangat menjadi sumber energi bagi pertumbuhan awan hujan. Karena itu, wilayah seperti Subulussalam yang berada di lintasan angin barat daya cukup rentan terhadap cuaca ekstrem,” jelas Agus.


Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Lokal

BMKG juga mengingatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Fenomena ini berpotensi menimbulkan genangan air di jalanan, longsor di daerah perbukitan, dan pohon tumbang di beberapa titik rawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk memantau potensi bencana akibat cuaca buruk.

Kepala BPBD Subulussalam, Irwandi Siregar, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk mengantisipasi dampak hujan deras.

“Kami sudah siapkan peralatan evakuasi dan tim patroli di lapangan. Sejauh ini belum ada laporan kejadian besar, tapi masyarakat diminta tetap siaga, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit,” ujar Irwandi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air agar tidak memperburuk kondisi drainase saat hujan lebat.


Aktivitas Warga dan Transportasi

Meskipun cuaca kurang bersahabat, aktivitas warga Subulussalam masih berjalan seperti biasa. Namun, beberapa pengendara motor mengaku lebih berhati-hati di jalan karena jalanan licin dan jarak pandang menurun ketika hujan turun.

Seorang warga, Rizal (35), yang setiap hari berangkat kerja dari Kecamatan Simpang Kiri ke pusat kota, mengatakan bahwa ia selalu membawa jas hujan di motor sejak awal pekan.

“Sudah tiga hari ini sering hujan sore-sore. Kadang tiba-tiba lebat sekali, jadi saya sudah siapkan jas hujan di motor. Kalau tidak, bisa basah kuyup di jalan,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Sementara itu, aktivitas di pasar tradisional juga sedikit menurun karena pedagang memilih menutup lapak lebih awal saat hujan deras turun. Meski begitu, warga tetap ramai membeli kebutuhan harian pada pagi hari ketika cuaca masih cerah.


BMKG: Fenomena Peralihan Menuju Musim Hujan

Menurut analisis klimatologi BMKG, wilayah Subulussalam dan sekitarnya saat ini sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

“Pola ini umum terjadi pada periode Oktober–November

BMKG juga mencatat bahwa indeks anomali suhu laut di Samudra Hindia barat Sumatera menunjukkan penghangatan yang signifikan, yang berarti potensi hujan di kawasan ini akan semakin meningkat dalam beberapa minggu ke depan.


Imbauan untuk Masyarakat

Sebagai langkah antisipasi, BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat untuk:

  1. Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir.

  2. Tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat cuaca buruk.

  3. Membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat.

  4. Menyimpan barang-barang penting di tempat aman dan tinggi untuk mengantisipasi banjir.

  5. Mengikuti perkembangan cuaca terkini melalui aplikasi BMKG, media sosial resmi, atau siaran berita lokal.

“Musim hujan mulai datang, jadi mari kita siapkan diri. Jangan lupa perhatikan keselamatan, terutama saat berkendara atau beraktivitas di luar rumah,” tutur Agus menambahkan.


Waspada, Tapi Tetap Tenang

Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengedepankan kedisiplinan dalam menghadapi perubahan cuaca.

“Hujan adalah berkah, tapi tetap perlu kewaspadaan. Yang penting, kita siap secara fisik dan mental menghadapi musim hujan ini,” ujar Agus menutup keterangannya.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.