Subussalam – Oknum PPPK Aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan kecil peredaran narkoba di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama istrinya, ditangkap polisi karena diduga menjual sabu-sabu. Lebih mengejutkan lagi, pasangan suami istri tersebut diketahui menyimpan barang bukti narkoba di rumah dinas yang mereka tempati.
Penangkapan ini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka, pada Senin (4/11) malam, setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan di rumah pasangan itu. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan paket sabu siap edar, alat hisap, dan uang tunai hasil transaksi.
Dibekuk di Rumah Dinas, Polisi Temukan Barang Bukti Sabu

Baca Juga : Sedia Payung Kota Subulussalam Diprediksi Diguyur Hujan Hari Ini
Kapolres Bangka, AKBP Indra Bayu Pratama, membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang oknum PPPK dan istrinya yang diduga kuat terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba.
“Benar, kami telah mengamankan seorang pria berinisial AS (35) yang bekerja sebagai PPPK di salah satu instansi pemerintahan di Bangka, beserta istrinya RL (32). Mereka kami tangkap di rumah dinas tempat mereka tinggal,” ujar AKBP Indra kepada wartawan, Selasa (5/11).
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tiga paket sabu siap edar dengan total berat sekitar 12 gram, dua alat hisap (bong), timbangan digital, serta uang tunai Rp3,5 juta yang diduga berasal dari hasil penjualan.
Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam lemari pakaian dan bawah kasur kamar tidur. Polisi juga menemukan beberapa plastik klip kosong dan catatan kecil berisi daftar nama serta nominal transaksi, yang diduga sebagai catatan penjualan narkoba.
“Mereka menyimpan sabu di tempat yang tidak mencolok, memanfaatkan rumah dinas sebagai lokasi aman. Ini jelas penyalahgunaan fasilitas negara,” tegas Kapolres.
Kecurigaan Berawal dari Aktivitas Mencurigakan
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas keluar-masuk sejumlah orang ke rumah dinas pelaku, terutama pada malam hari.
Warga sekitar sempat mengira rumah itu dijadikan tempat nongkrong biasa, namun lama-kelamaan aktivitasnya semakin mencurigakan.
“Setiap malam selalu ada tamu datang, motor parkir sebentar, lalu pergi. Kami curiga karena itu rumah dinas. Akhirnya kami lapor ke polisi,” ujar Herman (48), warga setempat.
Berdasarkan laporan tersebut, tim Satresnarkoba Polres Bangka melakukan penyelidikan selama sepekan. Setelah memastikan adanya indikasi transaksi narkoba, petugas langsung melakukan penggerebekan pada Senin malam pukul 22.30 WIB.
Saat ditangkap, pasangan tersebut tidak melakukan perlawanan. Polisi langsung menggiring keduanya ke Mapolres Bangka untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Motif Ekonomi: Gaji Tak Cukup, Coba Peruntungan di Jalan Gelap
Dalam pemeriksaan awal, AS mengaku nekat menjual sabu karena tekanan ekonomi. Sebagai PPPK baru dengan gaji terbatas, ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga dan cicilan rumah.
“Dia mengaku awalnya hanya pengguna, tapi kemudian tergiur keuntungan menjual sabu karena pendapatan dari pekerjaan utamanya dianggap tidak cukup,” ungkap Kasat Narkoba Polres Bangka, AKP Rinto Prasetyo.
Istri pelaku, RL, juga ikut membantu dalam proses transaksi. Ia bertugas mengatur komunikasi dengan pembeli melalui pesan singkat dan memastikan barang aman disembunyikan di rumah.
“Peran istrinya cukup aktif. Dia tahu kegiatan suaminya dan ikut mengemas barang untuk dijual. Jadi bukan hanya tahu, tapi ikut terlibat,” kata AKP Rinto menegaskan.
Hasil Tes Urine Positif, Diduga Juga Pengguna Aktif
Selain menjadi pengedar, hasil pemeriksaan urine menunjukkan bahwa AS dan RL juga positif mengonsumsi sabu. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pasangan tersebut sudah cukup lama terlibat dalam lingkaran narkoba, baik sebagai pengguna maupun penjual.
Polisi kini tengah menelusuri asal-usul sabu tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih besar. Dugaan sementara, pasangan itu mendapatkan pasokan dari seorang pengedar di kawasan Pangkalpinang.
“Kami sedang kembangkan kasus ini untuk memburu bandar yang memasok sabu ke tangan mereka. Kami tidak akan berhenti di pengedar kecil,” ujar Kasat Narkoba.
Pemerintah Daerah Angkat Bicara
Kasus ini membuat geger lingkungan instansi tempat AS bekerja. Kepala Dinas tempatnya bertugas menyatakan kaget dan kecewa, karena selama ini pelaku dikenal sebagai pegawai yang rajin dan tidak pernah bermasalah di kantor.
“Kami benar-benar tidak menyangka. Orangnya pendiam dan disiplin. Tapi ternyata di luar, dia punya aktivitas lain yang sangat mencoreng nama instansi,” ujar Kepala Dinas yang enggan disebutkan namanya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan kepegawaian, termasuk kemungkinan pemecatan tetap jika terbukti bersalah.
“Kami akan menunggu proses hukum. Namun, jika terbukti, dia pasti diberhentikan sebagai PPPK karena sudah melanggar hukum berat,” tegasnya.
Reaksi Warga: “Malu, Rumah Dinas Dipakai Jualan Narkoba”
Penangkapan ini juga menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Banyak yang tidak menyangka bahwa rumah dinas pemerintah dijadikan tempat penyimpanan sabu.
“Kami malu, apalagi ini rumah fasilitas negara. Harusnya jadi contoh, bukan malah jual narkoba,” ujar Yuni (42), warga perumahan dinas tersebut.
Sebagian warga bahkan mengaku merasa lega setelah pelaku ditangkap, karena selama ini suasana di sekitar rumah mereka kerap terasa tidak nyaman akibat banyaknya tamu mencurigakan yang datang.

![mariss-khan-1765852629535_169[1] Instagram Ofisial Malaysia](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/mariss-khan-1765852629535_1691-148x111.jpeg)
![2097726395[1] mayat terjebak](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/20977263951-148x111.jpg)
![tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_1691-148x111.jpeg)
![tanaman-lidah-mertua_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tanaman-lidah-mertua_1691-148x111.jpeg)
![operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_1691-148x111.jpeg)