, ,

Mubariz Gurbanli lahir pada 7 Januari 1954 di distrik Shamkir, Azerbaijan. 

oleh -934 Dilihat

Subussalam – Mubariz Gurbanli Ia menamatkan studi di Fakultas Sejarah di Baku State University dengan predikat cum laude, kemudian memperoleh gelar doktor (PhD) di bidang sejarah dan menjadi dosen dan associate professor sebelum terjun ke ranah politik.

Mubariz Gurbanli Jejak Karier Politik dan Publik

Mubariz Gurbanli
Mubariz Gurbanli

Baca Juga :  Durham Castle dan Cathedral: Warisan Dunia yang Jadi Jantung Sejarah Inggris Utara

Pada tanggal 21 Juli 2014, Gurbanli diangkat sebagai Ketua Komite Negara untuk Hubungan dengan Organisasi-Organisasi Agama (State Committee on Religious Associations of the Republic of Azerbaijan) di bawah Presiden Ilham Aliyev, menjadikannya tokoh utama dalam urusan agama dan toleransi di Azerbaijan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite, ia banyak berbicara tentang kebijakan negara dalam memfasilitasi kerukunan antar-agama dan menjaga agar agama tidak menjadi alat ekstremisme atau radikalisme.

Fokus Kebijakan dan Pernyataan Penting

Gurbanli sering menyatakan bahwa Azerbaijan adalah negara sekuler di mana sejumlah komunitas agama yang berbeda hidup berdampingan secara damai. Ia menyebut bahwa “conflict in Nagorno-Karabakh is not religious in character” untuk menegaskan bahwa konflik dengan Armenia bukan berbasis agama.

Ia juga menyoroti bahwa negara telah menciptakan kondisi yang mendukung bagi komunitas agama — baik muslim mayoritas maupun komunitas non-muslim — untuk menjalankan ritual mereka dengan kebebasan. Dalam konteks keamanan dan radikalisme, Gurbanli memperingatkan bahwa ada upaya infiltrasi pengaruh asing ke dalam organisasi keagamaan di Azerbaijan, dan bahwa negara melakukan upaya preventif untuk menjaga stabilitas agama dan sosial

Gurbanli juga menegaskan pentingnya proses restorasi monumen keagamaan dan budaya di wilayah yang baru dibebaskan — sebagai bagian dari upaya memulihkan warisan budaya dan agama Azerbaijan.

Penghargaan & Pengakuan

Dalam konteks konflik Nagorno-Karabakh dan pembebasan wilayah, ia menyoroti bahwa restorasi monumen keagamaan merupakan bagian penting dari pemulihan, tetapi hal ini juga menemui tantangan besar dari segi teknis dan keuangan.

Perannya dalam kebijakan agama — terutama yang terkait dengan keamanan dan regulasi komunitas keagamaan — mengundang perhatian internasional terkait kebebasan beragama dan praktik regulasi negara terhadap kehidupan agama.

Mengapa Gurbanli Penting untuk Azerbaijan?

Sebagai tokoh yang memimpin urusan agama atas nama negara, Gurbanli menjadi salah satu jembatan antara kebijakan pemerintah dan keragaman agama yang ada di Azerbaijan.

Model kebijakan yang ia dukung — yaitu menjaga agar agama tetap menjadi unsur pemersatu dalam masyarakat yang multikultural — selaras dengan image Azerbaijan sebagai negara yang mempromosikan dialog antar-agama dan peradaban.

Kontribusinya dalam restorasi monumen keagamaan di wilayah konflik menjadikannya bagian dari proses rekonstruksi sosial dan budaya pasca-konflik.

Kesimpulan

Mubariz Gurbanli adalah sosok penting dalam lanskap politik dan sosial Azerbaijan.

Peranan Gurbanli dalam menyuarakan toleransi agama, sekaligus bertanggung jawab atas regulasi religius di negara dengan mayoritas muslim namun multikultural secara nyata, menjadikannya figur kunci dalam memahami bagaimana negara tersebut menyikapi keragaman budaya dan agama.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.