Subussalam – Longsor Timpa Jalur Bencana longsor yang terjadi pada Senin pagi (17 November 2025) menimpa jalur utama yang menghubungkan Tapaktuan dengan Subulussalam di Aceh Selatan. Longsor besar ini menyebabkan tertutupnya jalur sepanjang sekitar 1 kilometer akibat timbunan material tanah dan bebatuan yang menutupi seluruh badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas terputus, mempengaruhi mobilitas warga setempat dan juga distribusi barang antara kedua daerah tersebut.
Pemerintah daerah, dibantu oleh TNI, Polri, serta petugas terkait, segera melakukan upaya penanganan darurat. Letkol Inf. Dedi Setiawan, Dandim 0107/Aceh Selatan, mengambil komando langsung di lapangan untuk mengorganisir proses evakuasi dan pembersihan material longsor guna membuka kembali akses jalan yang vital bagi masyarakat setempat.
Longsor Timpa Jalur Kronologi Kejadian: Longsor yang Terjadi Tiba-tiba
Longsor yang terjadi di Jalan Tapaktuan–Subulussalam ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Aceh Selatan selama beberapa hari berturut-turut. Di pagi hari, tepatnya sekitar pukul 06.30 WIB, tanah yang sudah jenuh air longsor dan menutupi jalur utama yang sering digunakan oleh kendaraan pribadi, angkutan umum, serta truk pengangkut barang. Material longsor yang cukup besar, terdiri dari tanah, batu, dan pepohonan, langsung menutupi seluruh badan jalan dan membuat akses antar dua wilayah tersebut terhambat.

Baca Juga : Waktu Penjualan Dibatasi Antrean Solar di Palembang Mengular 700 Meter
Kejadian ini sangat mengejutkan banyak pihak, terutama warga yang biasa melintas melalui jalur ini. Banyak kendaraan yang terjebak di kedua sisi longsoran dan harus menunggu hingga proses evakuasi dilakukan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material cukup besar karena terganggunya aktivitas perdagangan dan transportasi.
Dedy Darmawan, salah seorang warga yang terjebak di lokasi longsor, mengungkapkan, “Saya sedang dalam perjalanan dari Tapaktuan menuju Subulussalam untuk mengirim barang, tiba-tiba jalan tertutup begitu saja. Untungnya, tidak ada kendaraan lain yang tertimpa longsoran, tapi kami terpaksa menunggu hingga jalannya dibersihkan.”
Langkah Cepat TNI dan Polri: Dandim Ambil Langkah Terpadu
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama dengan tim SAR, TNI, Polri, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun tangan untuk menangani bencana longsor ini. Letkol Inf. Dedi Setiawan, yang menjabat sebagai Dandim 0107/Aceh Selatan, langsung memimpin tim penanganan darurat di lokasi kejadian.
Dedi Setiawan yang berada di lokasi langsung mengkoordinasikan berbagai pihak untuk memastikan proses evakuasi dan pembersihan berjalan cepat dan aman. “Kita semua harus bekerja sama untuk membuka jalur ini secepatnya. Saya sudah perintahkan anggota TNI dan Polri untuk mengatur lalu lintas, sementara petugas PUPR fokus membersihkan longsoran,” ujarnya.
Tim gabungan langsung mulai bekerja dengan memanfaatkan alat berat, seperti bulldozer dan eksavator, untuk membersihkan timbunan tanah dan batu yang menutupi jalan. Selain itu, petugas SAR juga memastikan tidak ada warga yang terperangkap atau terluka akibat longsor. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi juga membantu proses evakuasi.
Proses Evakuasi dan Pembersihan yang Memakan Waktu
Meski tim gabungan bekerja dengan maksimal, proses pembersihan material longsor tidak berjalan cepat karena volume tanah dan batu yang menutupi jalan cukup besar. Beberapa jam pertama setelah kejadian, tim harus bekerja ekstra hati-hati untuk memastikan tidak ada risiko lebih lanjut, seperti longsor susulan yang dapat membahayakan petugas dan warga sekitar.
Menurut Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Ir. Fauzi, tim membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk membersihkan jalan dan membuka kembali akses antara Tapaktuan dan Subulussalam. “Kami butuh waktu untuk memastikan jalur ini aman dan bisa dilalui kendaraan. Kami juga memperhatikan keamanan bagi pengguna jalan yang akan melintas setelah pembersihan selesai,” ujar Fauzi.
Pihak berwenang juga menyarankan agar kendaraan yang melintas di jalur ini berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang masih sering hujan, sehingga potensi terjadinya longsor susulan tetap ada. “Kami tetap akan melakukan pengawasan intensif untuk memastikan kondisi jalur ini aman untuk dilalui,” tambahnya.
Dampak Jangka Pendek: Tertutupnya Akses Ekonomi dan Sosial
Banyak pedagang yang terpaksa menunda pengiriman barang ke Subulussalam dan daerah lain di sekitarnya. Jalan Tapaktuan–Subulussalam adalah salah satu jalur utama bagi distribusi barang dari dan ke daerah tersebut.
Selain itu, penduduk Subulussalam yang biasanya melakukan perjalanan ke Tapaktuan untuk urusan kesehatan, pendidikan, atau pekerjaan juga terdampak
Upaya Mitigasi Bencana di Masa Depan
Kejadian longsor yang terjadi di Tapaktuan–Subulussalam ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang di Aceh Selatan. Pemerintah setempat bersama dengan pihak terkait berencana untuk melakukan upaya mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan
TNI akan selalu siap membantu dalam penanggulangan bencana.”
Longsor Timpa Jalur Respons Masyarakat dan Pemulihan
Setelah akses jalan dibuka kembali, warga mulai kembali melanjutkan aktivitas mereka
Terima kasih kepada TNI, Polri, dan semua pihak yang sudah bekerja keras.”
Penutupan: Mengingat Pentingnya Kesadaran Bencana Alam
Pemerintah daerah, bersama dengan masyarakat, perlu terus memperkuat upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

![mariss-khan-1765852629535_169[1] Instagram Ofisial Malaysia](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/mariss-khan-1765852629535_1691-148x111.jpeg)
![2097726395[1] mayat terjebak](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/20977263951-148x111.jpg)
![tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_1691-148x111.jpeg)
![tanaman-lidah-mertua_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tanaman-lidah-mertua_1691-148x111.jpeg)
![operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_1691-148x111.jpeg)
![WhatsApp-Image-2025-09-09-at-20.13.12[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-09-at-20.13.121-148x111.jpeg)
![Bambang-Rudijanto-Tanoesoedibjo[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/09/Bambang-Rudijanto-Tanoesoedibjo1-148x111.jpg)