Subussalam – Kronologi Ulat Ditemukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan di beberapa daerah kembali mendapat sorotan.
Kali ini, kasus mencuat setelah ditemukan ulat pada makanan siswa di Jambi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Temuan tersebut langsung menimbulkan reaksi dari orang tua murid, pihak sekolah, hingga pemerintah daerah.

Baca Juga : Daging Hiu Dikonsumsi atau Tidak Simak Penjelasannya
Kronologi kejadian bermula pada awal pekan ketika siswa di salah satu SD di Kabupaten Merangin, Jambi, mengeluh soal lauk yang disajikan.
Saat diperiksa guru, ternyata dalam lauk sayur terdapat beberapa ulat kecil yang masih hidup.
Guru segera menghentikan pembagian makanan dan melaporkannya ke kepala sekolah.
Foto dan video makanan dengan ulat itu kemudian tersebar di media sosial.
Dalam waktu singkat, publik pun ramai membicarakan kejadian tersebut.
Tidak lama berselang, kasus serupa juga muncul di Kabupaten Kupang, NTT.
Beberapa siswa melaporkan adanya ulat dalam menu sayur daun singkong yang dibagikan dalam program MBG.
Guru di sekolah itu langsung mengonfirmasi dan menemukan hal serupa.
Kejadian di dua daerah berbeda membuat isu ini makin meluas.
Pihak Dinas Pendidikan Jambi segera melakukan inspeksi mendadak ke sekolah yang bersangkutan.
Mereka membawa sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut.
Di NTT, Dinas Kesehatan turun langsung melakukan investigasi bersama aparat setempat.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa proses pencucian sayur tidak dilakukan secara maksimal.
Faktor keterbatasan sarana dapur sekolah juga disebut sebagai penyebab utama.
Pemerintah daerah Jambi meminta agar pihak penyedia katering lebih teliti dalam mengolah bahan makanan.
Sementara itu, Pemda NTT menekankan pentingnya pelatihan higienitas bagi pengelola MBG.
Menteri Pendidikan pun ikut menanggapi kabar tersebut.
Ia menyebut temuan ulat bukan hal yang bisa dianggap sepele.
Program MBG, katanya, harus dijalankan dengan standar kualitas tinggi agar benar-benar menyehatkan siswa.
Ia meminta seluruh daerah untuk meningkatkan pengawasan rantai distribusi bahan pangan.
Orang tua murid di Jambi mengaku khawatir ini

![mariss-khan-1765852629535_169[1] Instagram Ofisial Malaysia](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/mariss-khan-1765852629535_1691-148x111.jpeg)
![2097726395[1] mayat terjebak](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/20977263951-148x111.jpg)
![tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_1691-148x111.jpeg)
![tanaman-lidah-mertua_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tanaman-lidah-mertua_1691-148x111.jpeg)
![operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_1691-148x111.jpeg)