Subussalam – Gunung Merapi erupsi kembali mengalami erupsi pada Selasa pagi, menyebabkan kolom abu dan material pijar meluncur ke arah tenggara.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 07.24 WIB.
Kolom abu terpantau mencapai ketinggian hingga 1.500 meter di atas puncak gunung, disertai guguran lava pijar.
Erupsi kali ini memicu kekhawatiran warga di kawasan rawan bencana, terutama di lereng tenggara dan barat daya Merapi.

Baca Juga : RUU BUMN Rampung Tinggal Ketok Palu Paripurna DPR
PVMBG menyatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi, dan statusnya tetap pada Level III (Siaga).
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3–7 km dari puncak Merapi.
Kawasan yang perlu diwaspadai terutama adalah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu dari puncak, seperti Kali Gendol, Kali Boyong, dan Kali Bebeng.
Salah satu potensi bahaya yang ditekankan oleh PVMBG adalah awan panas guguran dan aliran lava.
Material pijar yang terpantau dalam erupsi kali ini mengarah ke Kali Bebeng sejauh lebih dari 1 kilometer.
Kepala BPBD Sleman, Makwan, menyebut bahwa pihaknya sudah mengaktifkan semua pos pantau dan tim siaga desa.
“Kami juga telah membagikan masker, logistik dasar, dan menyiapkan titik evakuasi apabila situasi memburuk,” ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan aparat TNI, Polri, dan relawan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi mendadak.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga di dusun rawan bencana sudah mulai mengungsi secara mandiri.
Desa-desa seperti Kaliurang, Turgo, dan Kinahrejo terdampak hujan abu tipis dan suara gemuruh dari puncak Merapi.
Pihak Dinas Pendidikan di beberapa kabupaten memutuskan untuk meliburkan sekolah yang berada di zona merah.
Beberapa aktivitas ekonomi, seperti peternakan dan pertanian di lereng Merapi, juga mulai dihentikan sementara.
Warga diminta tidak mendekati sungai yang berhulu di puncak Merapi karena berpotensi dialiri lava dan lahar hujanbercampur material vulkanik ini

![mariss-khan-1765852629535_169[1] Instagram Ofisial Malaysia](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/mariss-khan-1765852629535_1691-148x111.jpeg)
![2097726395[1] mayat terjebak](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/20977263951-148x111.jpg)
![tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_1691-148x111.jpeg)
![tanaman-lidah-mertua_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tanaman-lidah-mertua_1691-148x111.jpeg)
![operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_1691-148x111.jpeg)
![20250708-_-Kades-Jaten-Karanganyar-Tersangka-Korupsi-Tanah-Bengkok[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/11/20250708-_-Kades-Jaten-Karanganyar-Tersangka-Korupsi-Tanah-Bengkok1-148x111.jpg)
![20251021-Fahrudin-DPRD-Kota-Sungai-Penuh-ngamuk-ucap-kata-kata-kasar-ke-pekerja[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/11/20251021-Fahrudin-DPRD-Kota-Sungai-Penuh-ngamuk-ucap-kata-kata-kasar-ke-pekerja1-148x111.jpg)