, , ,

Nalanda Mahavihara Warisan Kejayaan Pendidikan dan Spirit Intelektual Asia Kuno

oleh -1403 Dilihat

Subussalam – Nalanda Mahavihara Di tengah dataran subur Bihar, India, berdiri sebuah situs bersejarah yang menjadi simbol kejayaan intelektual dunia kuno — Nalanda Mahavihara. Dikenal sebagai salah satu universitas tertua di dunia, Nalanda bukan sekadar tempat belajar agama Buddha, tetapi juga pusat pengetahuan lintas disiplin yang mempengaruhi peradaban Asia selama berabad-abad.

Didirikan sekitar abad ke-5 Masehi pada masa pemerintahan Kekaisaran Gupta, Nalanda berkembang menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menampung ribuan pelajar dan cendekiawan dari berbagai penjuru Asia. Nama “Mahavihara” sendiri berarti “biara besar”, menggambarkan peran ganda Nalanda sebagai pusat pendidikan sekaligus kehidupan spiritual.

Pusat Ilmu dan Spiritualitas Dunia Kuno

Nalanda Mahavihara
Nalanda Mahavihara

Baca Juga : Al Haris Dukung RS Raden Mataher Jadi Pusat Layanan Bedah Jantung di Jambi

Nalanda Mahavihara bukan hanya sekolah bagi para biksu, tetapi juga universitas terbuka bagi siapa pun yang haus akan ilmu pengetahuan. Di sini, para pelajar tidak hanya mempelajari ajaran Buddha, tetapi juga mendalami logika, filsafat, astronomi, kedokteran, matematika, hingga tata bahasa Sanskerta.

Menurut catatan para musafir Tiongkok seperti Xuanzang dan Yijing, Nalanda menjadi tempat berkumpulnya lebih dari 10.000 pelajar dan 2.000 guru pada masa puncaknya. Perpustakaannya, yang dikenal dengan nama Dharmaganja, menyimpan ratusan ribu naskah kuno, termasuk karya ilmiah, komentar filosofis, dan teks suci.

Kampus Besar dengan Arsitektur Megah

Nalanda Mahavihara memiliki kompleks bangunan yang sangat luas — diperkirakan mencakup lebih dari 12 hektar. Struktur arsitekturnya terdiri dari aula pertemuan, asrama pelajar, ruang debat, serta kuil-kuil megah dengan ukiran batu bata merah yang khas.

Setiap blok bangunan diatur sedemikian rupa agar pelajar bisa hidup dan belajar dalam lingkungan yang kondusif. Arkeolog menemukan sisa-sisa ruang belajar berbentuk persegi dengan tempat duduk bata, di mana guru dan murid berdiskusi dalam suasana ilmiah. Ini menunjukkan betapa seriusnya Nalanda dalam menanamkan semangat belajar.

Pengaruh yang Melintasi Batas Negara

Nalanda Mahavihara memainkan peran besar dalam penyebaran budaya dan pemikiran Asia. Banyak pelajar dari Tiongkok, Tibet, Korea, Sri Lanka, hingga Asia Tenggara datang untuk belajar di sini. Mereka membawa pulang ilmu dan nilai-nilai Buddhisme Mahayana yang kemudian berkembang di negara masing-masing.

Salah satu alumninya yang paling terkenal adalah Xuanzang, biksu dari Tiongkok yang belajar selama beberapa tahun di Nalanda. Setelah kembali ke negaranya, ia menulis catatan perjalanan yang menjadi sumber sejarah penting tentang sistem pendidikan dan kehidupan di universitas tersebut.

Kejatuhan dan Kehancuran

Sayangnya, kejayaan Nalanda tidak berlangsung selamanya. Pada abad ke-12, universitas megah ini hancur akibat serangan pasukan Turki yang dipimpin oleh Bakhtiyar Khilji. Perpustakaannya dibakar selama berbulan-bulan, menghancurkan ribuan manuskrip berharga yang menyimpan pengetahuan dunia kuno.

Sejak saat itu, Nalanda perlahan tenggelam dalam keheningan. Puing-puingnya terkubur waktu, hingga para arkeolog dari India dan Inggris menemukannya kembali pada abad ke-19. Penemuan itu membuka lembaran baru dalam upaya memahami betapa tingginya peradaban ilmu pengetahuan di Asia sebelum zaman modern.

Kebangkitan Kembali di Era Modern

Memasuki abad ke-21, semangat Nalanda kembali dihidupkan. Pemerintah India mendirikan Nalanda University di dekat situs kuno tersebut pada tahun 2010, sebagai simbol kebangkitan warisan intelektual Asia. Universitas modern ini bekerja sama dengan berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Jepang, dan Tiongkok, untuk membangun jejaring akademik internasional.

Nalanda kini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat penelitian global yang berfokus pada perdamaian, sejarah Asia, dan pembangunan berkelanjutan. UNESCO pun mengakui Nalanda Mahavihara (Nalanda University Ruins) sebagai Warisan Dunia pada tahun 2016, memperkuat posisinya sebagai situs budaya dan pendidikan yang sangat berharga bagi umat manusia.

Makna yang Tak Lekang oleh Waktu

Lebih dari sekadar reruntuhan bata merah, Nalanda Mahavihara adalah simbol abadi dari semangat mencari ilmu, toleransi, dan pertukaran budaya. Ia mengingatkan dunia bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik atau ekonomi, tetapi juga oleh kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan keterbukaan terhadap perbedaan.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.