, , ,

Al Haris Dukung RS Raden Mataher Jadi Pusat Layanan Bedah Jantung di Jambi

oleh -1282 Dilihat

Subussalam – Al Haris Dukung Harapan masyarakat Jambi untuk mendapatkan layanan kesehatan jantung berkelas nasional tanpa harus pergi ke luar daerah semakin nyata. Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungan penuh agar RSUD Raden Mattaher menjadi Pusat Layanan Bedah Jantung pertama dan terbaik di Provinsi Jambi.

Langkah ini bukan sekadar peningkatan fasilitas rumah sakit, tetapi juga bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Jambi untuk mewujudkan kemandirian layanan kesehatan unggulan di tingkat regional.

“Selama ini pasien penyakit jantung dari Jambi banyak yang harus dirujuk ke Jakarta atau Palembang. Ini memberatkan secara biaya dan waktu. Karena itu, saya mendorong Raden Mattaher untuk siap menjadi rumah sakit rujukan bedah jantung,” tegas Al Haris saat meninjau kesiapan fasilitas di RSUD Raden Mattaher, Selasa (28/10).

 Menjawab Kebutuhan Mendesak Masyarakat Jambi

Al Haris Dukung
Al Haris Dukung

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Jambi setelah stroke. Data Dinas Kesehatan Provinsi mencatat, lebih dari 3.000 kasus gangguan jantung ditangani setiap tahun. Namun, minimnya fasilitas bedah jantung membuat sebagian besar pasien harus dirujuk ke luar provinsi.

Kondisi ini kerap membuat pasien menunggu lama atau bahkan tidak sempat mendapatkan tindakan medis cepat. Dengan hadirnya pusat layanan bedah jantung di Jambi, Al Haris berharap waktu penanganan pasien bisa lebih singkat dan angka kesembuhan meningkat signifikan.

RSUD Raden Mattaher Naik Kelas

RSUD Raden Mattaher kini tengah bertransformasi menjadi rumah sakit modern dengan berbagai fasilitas medis canggih. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk peningkatan sarana dan pelatihan tenaga medis.

Beberapa fasilitas baru yang telah disiapkan antara lain:

  • Ruang operasi jantung modern berstandar nasional,

  • Instalasi Cath Lab (Catheterization Laboratory) untuk tindakan intervensi jantung,

  • ICU dan ruang rawat intensif khusus jantung,

  • serta tim dokter bedah jantung dan perfusionist yang telah menjalani pelatihan di rumah sakit besar di Jakarta dan Surabaya.

“Kita ingin anak-anak Jambi tidak hanya jadi pasien, tapi juga dokter spesialis hebat. Karena itu, kita kirim dokter muda untuk pelatihan dan pendidikan bedah jantung. Ini investasi jangka panjang,” ujar Al Haris.

Dukungan Pemerintah dan Kemitraan Strategis

Program besar ini juga didukung Kementerian Kesehatan RI melalui skema penguatan rumah sakit rujukan provinsi. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan bantuan alat kesehatan dan dukungan teknis agar RSUD Raden Mattaher dapat mencapai standar rumah sakit rujukan nasional.

Selain itu, Pemprov Jambi tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa rumah sakit rujukan jantung seperti RS Jantung Harapan Kita (Jakarta) dan RSUD Dr. Moewardi (Solo) untuk transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga medis.

Dukungan Publik Meluas

Masyarakat Jambi menyambut baik langkah Al Haris tersebut. Banyak warga yang selama ini terpaksa berobat jauh ke kota besar kini merasa optimistis.

“Kalau bisa operasi jantung di sini, tentu sangat membantu. Biaya bisa ditekan dan keluarga bisa tetap mendampingi,” ujar Iwan Saputra, warga Kota Jambi yang memiliki ayah penderita penyakit jantung.

Para tenaga medis juga merasa termotivasi. dr. Ratna Dewi, salah satu dokter di Raden Mattaher, mengatakan bahwa dukungan pemerintah menjadi energi besar untuk berkembang. “Kami ingin membuktikan bahwa Jambi mampu punya layanan setara dengan kota besar,” katanya.

Menuju Rumah Sakit Unggulan Regional

Dalam jangka panjang, RSUD Raden Mattaher diharapkan menjadi pusat layanan rujukan bedah jantung Sumatera bagian tengah, melayani tidak hanya pasien dari Jambi, tetapi juga dari Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian timur, dan sekitarnya.

Pemerintah daerah bahkan menargetkan dalam tiga tahun ke depan, rumah sakit ini bisa melakukan operasi jantung terbuka secara mandiri, tanpa perlu mendatangkan dokter dari luar.

“Kami ingin menjadikan Raden Mattaher sebagai simbol kebangkitan layanan kesehatan Jambi. Kalau bisa menyelamatkan satu nyawa tanpa harus keluar daerah, itu sudah kemenangan besar bagi kami,” ujar Al Haris penuh semangat.

Jambi Menuju Kemandirian Kesehatan

Langkah Al Haris ini menandai babak baru pembangunan kesehatan di Jambi, dari sekadar membangun gedung menuju pembangunan sumber daya manusia dan sistem layanan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat, tenaga medis lokal, dan dukungan masyarakat, impian menjadikan RSUD Raden Mattaher sebagai pusat bedah jantung regional bukan lagi mimpi, tetapi sedang menjadi kenyataan.


Pusat layanan jantung bukan hanya proyek medis, tetapi simbol kepedulian terhadap kehidupan. Ketika jantung Jambi berdetak di ruang operasi Raden Mattaher, di situlah denyut kemajuan daerah benar-benar terasa.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.