, , ,

6 Santri di Bangkalan Tewas Tenggelam di Eks Galian C, Berikut Identitasnya

oleh -153 Dilihat

Subussalam – 6 Santri di Bangkalan Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, setelah enam santri ditemukan tewas tenggelam di lokasi bekas galian C pada Minggu sore.

Kejadian ini membuat warga sekitar dan pihak pesantren terpukul karena para korban masih berusia remaja dan dikenal aktif mengikuti kegiatan pendidikan agama.


Awal Kejadian: Bermain di Area Galian C yang Tergenang Air

6 Santri di Bangkalan
6 Santri di Bangkalan

Baca Juga : Produksi Naik 15 Persen BI Sumsel Panen Bawang Merah Tekan Inflasi

Peristiwa bermula ketika belasan santri dari sebuah pesantren di Kecamatan Klampis dikabarkan pergi ke kawasan eks galian C yang sudah lama berubah menjadi kubangan air berukuran besar.

Lokasi itu memang sering didatangi warga sekitar, terutama anak-anak dan remaja, untuk bermain air meski sudah berkali-kali diperingatkan sebagai zona berbahaya.

Menurut keterangan saksi, beberapa santri awalnya hanya bermain di tepian. Namun, sejumlah di antaranya kemudian masuk lebih jauh ke bagian tengah kubangan yang memiliki kedalaman mencapai beberapa meter. Diduga mereka tergelincir dan sulit berenang sehingga terseret ke dasar.


Upaya Penyelamatan Gagal, 6 Orang Ditemukan Tak Bernyawa

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memberi pertolongan. Namun, kondisi air yang keruh serta kedalaman kubangan membuat proses penyelamatan berlangsung sulit.

Saat tim SAR gabungan dan petugas pemadam kebakaran datang, para korban sudah berada di dasar genangan.

Setelah pencarian yang berlangsung sekitar satu jam, enam santri berhasil dievakuasi, tetapi dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah langsung dibawa ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan pesantren.


Identitas 6 Santri yang Meninggal Dunia

Berdasarkan informasi resmi dari aparat kecamatan, berikut identitas para korban:

  1. M. Rizal (15) – asal Kecamatan Klampis

  2. Ahmad Fauzi (14) – asal Sepulu

  3. Muhammad Ilham (15) – asal Arosbaya

  4. M. Farhan (13) – asal Tanjung Bumi

  5. Syahroni (14) – asal Klampis

  6. Azhar Maulana (15) – asal Geger

Keenamnya merupakan santri aktif di sebuah pesantren yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian.


Pihak Pesantren Terpukul, Aktivitas Belajar Dihentikan Sementara

Pengasuh pesantren memberikan keterangan bahwa para santri sedang menjalani hari libur mingguan.

Pengurus juga mengaku tidak mengetahui bahwa beberapa santri pergi ke lokasi rawan tersebut.

“Ini musibah besar bagi kami. Kami sangat kehilangan. Aktivitas pengajian dan sekolah sementara kami hentikan untuk mengadakan doa bersama,” ujar salah satu guru pesantren.


Eks Galian C Sudah Lama Dikeluhkan Warga

Lokasi eks galian C tempat para santri tenggelam sebenarnya telah menjadi sorotan warga sejak lama.

Lubang bekas penambangan itu berubah menjadi kolam besar setelah tidak lagi beroperasi. Meski berbahaya, area tersebut belum ditutup secara permanen.

Warga menilai pemerintah perlu memberikan penanganan serius, mulai dari menutup akses hingga memasang tanda peringatan yang lebih tegas.

Beberapa insiden tenggelam juga pernah terjadi sebelumnya di lokasi-lokasi serupa di Madura.


Polisi Lakukan Pemeriksaan

Pihak kepolisian kini melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kejadian serta kemungkinan kelalaian.

Polisi juga meminta keterangan dari saksi, warga, hingga pihak pesantren.

“Kami akan mengkaji apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengawasan dan apakah pengelola galian C memiliki tanggung jawab hukum terhadap lubang yang ditinggalkan,” kata Kapolsek Klampis.


Penutup

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan remaja, terutama di daerah yang memiliki bekas galian tambang terbuka.

Pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah nyata agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Keenam santri yang menjadi korban kini telah dimakamkan di kampung masing-masing.

Duka mendalam masih menyelimuti warga Bangkalan yang berharap peristiwa ini menjadi kejadian terakhir di kawasan eks galian C tersebut.

Skintific