Subussalam – 3 Desa Subulussalam Aceh dilanda banjir setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (25/11/2025) malam. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air setinggi satu hingga dua meter, dan akses jalan menuju desa-desa tersebut terputus.
Banjir yang terjadi mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
Tiga desa yang terdampak banjir itu adalah Desa Lae Yet, Desa Suka Maju, dan Desa Sumber Harapan. Banjir yang datang secara tiba-tiba ini membuat sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subulussalam bersama aparat setempat segera melakukan upaya penanggulangan dan evakuasi warga yang terjebak banjir.
3 Desa Subulussalam Aceh Hujan Deras Menyebabkan Luapan Sungai

Baca Juga : Pengembangan Padi Air Asin Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia
Menurut laporan dari BPBD Subulussalam, hujan deras yang terjadi selama lebih dari 12 jam menyebabkan debit air di beberapa sungai di Kecamatan Simpang Kiri meningkat drastis.
Sungai Lae Yet, yang mengalir melalui tiga desa tersebut, meluap dan membanjiri pemukiman warga. Selain itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan saluran drainase di beberapa titik tersumbat, memperburuk kondisi banjir.
Kepala BPBD Subulussalam, Faisal Hadi, mengungkapkan bahwa luapan air sungai tersebut sudah sangat besar akibat hujan yang turun tanpa henti.
“Ketinggian air di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter, bahkan ada beberapa rumah yang terendam hingga setinggi dua meter. Kami menduga penyebab utama banjir kali ini adalah meluapnya Sungai Lae Yet yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan lebat,” ujar Faisal dalam keterangannya.
Faisal juga menambahkan bahwa meskipun banjir ini datang dengan cepat, pihak BPBD bersama TNI, Polri, serta relawan segera melakukan upaya evakuasi untuk menyelamatkan warga yang terjebak.
Kami juga mendirikan pos pengungsian sementara untuk membantu warga yang harus mengungsi,” tambahnya.
Ratusan Rumah Warga Terendam, Kerugian Material Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Banjir yang melanda tiga desa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam air. Rumah-rumah yang berada di daerah terendah menjadi yang pertama kali terendam, dengan banyak di antaranya mengalami kerusakan.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari air yang terus naik.
“Ibu, anak saya yang masih kecil dan saya terjebak di dalam rumah karena air datang begitu cepat. Untung saja kami bisa keluar dengan bantuan tetangga,” ujar Nurul, salah satu warga Desa Suka Maju yang rumahnya terendam.
Ia menceritakan bagaimana air datang begitu cepat, menggenangi rumahnya hingga setinggi dada orang dewasa. “Barang-barang di dalam rumah banyak yang rusak, terutama perabotan dan bahan makanan yang terendam,” lanjutnya.
Selain kerusakan rumah, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti jembatan yang menghubungkan desa dengan jalan utama.
Banyak petani yang mengalami kerugian karena sawah mereka terendam air, dan sebagian besar tanaman rusak akibat banjir.
Diperkirakan, kerugian material akibat bencana ini mencapai puluhan juta rupiah.
“Banjir kali ini cukup parah. Selain rumah, banyak peralatan rumah tangga yang rusak, dan persediaan pangan kami juga terendam. Kami sangat berharap ada bantuan yang datang segera untuk meringankan beban kami,” ungkap Suryanto, warga Desa Lae Yet yang juga terdampak banjir.
Akses Jalan Terputus, Warga Kesulitan Mendapatkan Bantuan
Akses jalan menuju desa-desa yang terendam banjir juga mengalami gangguan berat. Beberapa ruas jalan utama yang menghubungkan desa-desa tersebut dengan pusat kota Subulussalam terputus akibat luapan air. Kondisi ini membuat tim evakuasi kesulitan menjangkau lokasi dan mendistribusikan bantuan ke warga yang membutuhkan.
“Jalan utama menuju desa kami terputus, jadi kami kesulitan untuk membawa barang-barang bantuan dan evakuasi warga yang masih terjebak. Kami harus menggunakan perahu untuk menjangkau rumah-rumah yang terisolasi,” kata Faisal Hadi, Kepala BPBD Subulussalam.
Tim relawan dari berbagai instansi dan masyarakat setempat terus bekerja keras untuk membantu warga yang terdampak. Mereka menggunakan perahu dan motor tempel untuk menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan ke desa-desa yang terisolasi. Namun, cuaca buruk dan hujan yang belum reda membuat upaya evakuasi semakin sulit dilakukan.
Pemerintah Setempat dan BPBD Lakukan Penanggulangan Banjir
3 Desa Subulussalam Pemerintah Kota Subulussalam, bersama BPBD, TNI, dan Polri, telah mengambil langkah-langkah penanggulangan bencana. Selain membuka posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik, pemerintah setempat juga melakukan upaya perbaikan sementara terhadap infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Menurut Walikota Subulussalam, M. Akhiruddin, pihaknya segera mengerahkan tim untuk membersihkan saluran drainase dan memperbaiki jembatan yang putus. “Kami sudah mengirimkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan pembersihan dan upaya perbaikan darurat. Selain itu, kami juga menyediakan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan,” ujarnya.
Meskipun hujan deras masih berlangsung di beberapa wilayah, pihak BPBD berharap banjir segera surut dalam beberapa hari ke depan. “Kami juga terus memantau kondisi cuaca dan ketinggian air. Jika hujan reda, kami akan mempercepat proses pemulihan dan membantu warga kembali ke rumah mereka,” kata Faisal.
Ancaman Banjir Masih Mengintai, Perlu Penataan Lingkungan yang Lebih Baik
Banjir yang terjadi di Subulussalam ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan sistem drainase yang memadai. Luapan air yang terjadi diduga tidak hanya disebabkan oleh hujan deras, tetapi juga oleh kondisi saluran drainase yang tersumbat dan tidak mampu menampung volume air yang besar.
Selain itu, penggundulan hutan di sekitar daerah hulu sungai dan konversi lahan untuk perkebunan sawit juga menjadi faktor yang memperburuk risiko banjir.
“Selama ini, drainase di beberapa titik memang belum optimal, dan itu menjadi salah satu penyebab banjir. Kami juga mendorong adanya upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik, terutama dalam hal reboisasi dan penataan kembali wilayah hulu sungai yang dapat mengurangi risiko banjir di masa depan,” ujar Faisal Hadi, Kepala BPBD Subulussalam.
Selain itu, para ahli lingkungan juga menyarankan agar ada pengawasan lebih ketat terhadap praktek pertanian dan perkebunan di daerah-daerah yang rawan banjir, agar tidak menambah kerusakan lingkungan yang memperburuk potensi bencana alam.
Perlu Kerja Sama antara Pemerintah, Masyarakat, dan Pihak Perusahaan
Banjir yang melanda tiga desa di Subulussalam ini menjadi pengingat pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, seperti perusahaan perkebunan dan sektor swasta, untuk menjaga kelestarian lingkungan dan infrastruktur.
Meskipun langkah tanggap darurat telah dilakukan, pemulihan dari dampak bencana ini akan memerlukan waktu dan sumber daya yang besar.
Pemerintah diharapkan dapat lebih meningkatkan program-program mitigasi bencana, termasuk perbaikan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, bagi warga yang terdampak, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi pasca-bencana menjadi prioritas yang harus segera dipenuhi.
Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Subulussalam dapat bangkit dari bencana ini dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana alam di masa depan.

![mariss-khan-1765852629535_169[1] Instagram Ofisial Malaysia](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/mariss-khan-1765852629535_1691-148x111.jpeg)
![2097726395[1] mayat terjebak](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/20977263951-148x111.jpg)
![tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tim-medis-pemprov-sulsel-memberikan-pelayanan-kesehatan-kepada-korban-bencana-di-aceh-tamiang-1765680992177_1691-148x111.jpeg)
![tanaman-lidah-mertua_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/tanaman-lidah-mertua_1691-148x111.jpeg)
![operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_169[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/12/operasi-mzebra-menumbing-2025-1763379781871_1691-148x111.jpeg)
![banjir_pangandaran[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/09/banjir_pangandaran1-148x111.jpg)
![cakaplah_p4nys_98109[1]](https://allportugalproperty.com/wp-content/uploads/2025/09/cakaplah_p4nys_981091-148x111.jpg)